Jumat, 07 April 2017

Ibu Siti, Motivasi Hidupku





Jangan keseringan mengeluh, karena hal itu tidak akan mengubah keadaan. Tetap semangat menjalankan hidup, dan mensyukuri atas nikmat yang Allah SWT berikan.

Sepekan lalu, penulis bertemu dengan seorang wanita yang diperkirakan usianya sudah 45 tahun. Di teras rumah milik sang kakak, penulis berbincang dengan wanita tersebut yang dipanggil ibu Siti. 

Beliau menceritakan tentang kehidupannya sejak ditinggal mati oleh kedua orangtuanya. Dengan penuh perhatian, penulis menatap wajahnya dan ikut merasakan pilunya kehidupan beliau.

Ibu Siti merupakan anak perempuan pertama yang ditinggal mati pascapernikahannya saat itu. Beliau harus mengurus enam adiknya yang masih sekolah. Dengan perannya sebagai anak pertama, beliau selalu mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada semua adiknya. Belajar untuk hidup mandiri, jujur, dan saling tolong menolong antar saudara tanpa ada hitung-hitungan.

Dalam ceritanya, ibu Siti sangat menyayangkan karena salah satu anaknya putus kuliah dan lebih memilih berkarir. Padahal, menurut ibu Siti pendidikan itu penting dan selama orangtua mampu kenapa tidak untuk menguliahkannya.

Dengan nada yang begitu antusias dan harapan kosong, ibu Siti membandingkan keinginannya ketika lulus SMA. Beliau ingin sekali bisa lanjut kuliah. "Ibu mah, waktu dulu ingin banget bisa kuliah. Tapi mau gimana lagi, kalau keadaan orangtua seperti itu dan masih punya adik-adik yang kecil," tutur ibu Siti.

"Dari dulu ibu itu suka belajar, soalnya dari kecil ikut bapak kesana-kesini ngajar di sekolah. Cuma ibu neng yang sekolahnya itu dari Tsanawiyah ke Aliyah. Sedangkan, adik-adik ibu mah sekolahnya di umum semua," lanjut beliau dalam menceritakan semangat hidupnya.

Meski usianya tak lagi muda, semangat beliau untuk tetap belajar jelas terlihat dari wajahnya. Ibu Siti hingga kini masih aktif dalam kegiatannya sebagai vokalis dalam tim qasidah ibu-ibu pada pengajian di sekitar rumahnya.


Semoga kita semua terinspirasi untuk semangat belajar tanpa mengeluh. Semangat kakak!

Muda, Berfikir, Bergerak!

Penulis   : Robiatul Adawiah R.
Editor    : Dzikri Amrullah


0 komentar:

Posting Komentar