Jumat, 07 April 2017

Di Balik Senyuman






Meski lelah telah mendatangi tubuh ini, hati rasanya bahagia bila melihat senyum dari kakak semua. Semangat ya, jangan lupa untuk selalu bahagia.

Ingat kak! Senyum merupakan bagian dari akhlak dalam islam. Senyuman ini dapat melukiskan perasaan senang ketika berjumpa dengan seseorang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: "Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR Muslim).

Dengan begitu, maka selayaknya bagi kita untuk tidak bermuka masam apabila bertemu dengan saudara kita. Hadiahkanlah senyuman terbaik yang kita miliki. Demikianlah Islam menjadikan segala sesuatu menjadi bernilai ibadah dan berkah.

Tapi jangan senyum-senyum sendiri juga ya, karena semua pun ada tempatnya. Kapan waktu yang pas untuk tersenyum? Yaitu saat kita sedang bertemu dengan orang lain, saat kita menyambut tamu, bahkan saat kita sedang di timpa masalah sekalipun.

Tersenyum adalah obat yang mujarab untuk mengurangi beban yang sedang kita punya. Ini adalah salah satu hikmah dari tersenyum.

Begitu pula disebutkan dalam hadits lain mengenai sebuah senyuman yang diriwayatkan At-Tirmidzi, Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau.

Ia berkata, ”Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas.” (HR Tirmidzi).

Penulis  : Robiatul Adawiyah R.

Editor   : Dzikri Amrullah

0 komentar:

Posting Komentar