Cendekiawan Muda Pergerakan Organisasi dari berbagai universitas di Indonesia yang berbasis keilmuan untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa!
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2017

MIRIS !! PARA SARJANA KITA TELAH LUPA MENJADI ORANG INDONESIA !!!




Sarjana ya Sarjana. Sudah menjadi lazim bagi setiap Insan Indonesia untuk mendapatkan gelar ini, sarjana bagaikan perekat bangsa, penguat bangsa, dan perubah Bangsa, gelar ini bisa disebut sebagai gelar Terhormat dikalangan masyarakat sebagai insana akademisi yang memumpuni sebagai kaum intelektual dan perubahan buat Bangsa dan negara tentunya.

Untuk menjadi sarjana, banyak tahapan yang harus dilewati. mulai dari pendidikan, penelitian baik tingkat formal skripsi, maupun tingkat nonformal lembaga dan semcamnya, setelah itu baru pengabdian masyarakat. Sungguh luar biasa sulitnya untuk mndapatkan gelar ini, harus diiringi dengan kesungguhan dan keseriusan, karena segala sesuatu dituntut untuk empiris dan rasional, baik pemikiran maupun tindakan sarjana tersebut.

Untuk saat ini Sarjana tidak lagi seperti itu,  gelar sarjana sudah tidak diagungkan lagi, kebesaran gelar sarjana tidak lagi mampu mendongkrak kepercayaan masyarakat. Banyak sarjana saat ini, mulai dari sarjana nasi bungkus, sarjana yang tidak pernah kuliah tiba-tiba wisuda atau bisa disebut sarjana siluman.

Sarjana PNS, Sarjana shoping, Sarjana nongki, Sarjana sogok, Sarjana penjilat, Sarjana apatis, Sarjana praktis banyak macamnya. Tidak lagi diagungkan oleh masyarakat, bukankah gelar sarjana output dari mahasiswa, sedangkan Mahasiswa tonggak perubahan, tonggak pengetahuan, tonggak perubahan.

Semakain banyak sarjana, semakin berubah kerah baik bangsa ini, semakin terangkat harkat dan martaba Bangsa Ini.

Untuk saat ini susah membedakan mana sarjana, mana masyarakat awam, terkadang masyarakat yang kita pandang awam ternyata lebih mumpuni secara pengetahuan dan terkadang sarjana bisa lebih awam dari pada masyarakat yang sebenarnya. 

Kenapa bisa begitu? 

Karena sarjana saat ini lupa bahwa tanah yang ia injak tanah jelmaan syurga yang sebagian terbuat dari emas. Sarjana lupa menjadi Orang indonesia, tidak tahu apa yang harus ia perbuat. Kelak nanti tikus akan mati dilumbung padi, kelak nanti anak cucu sarjana tadi tidak bisa membedakan mana emas mana perak, mana gunung mana darat. Sarjana jika kau hadir hanya  untuk membengkak APBN dan memberi beban negara lebih baik pendidikan kau ditiadakan sama sekali. Terimakasih.


Penulis  : Roki Riski, S.P.
Editor    : Alandxtreme

Muda, Berfikir, Bergerak !