Sarjana ya Sarjana. Sudah menjadi lazim
bagi setiap Insan Indonesia untuk mendapatkan gelar ini, sarjana bagaikan
perekat bangsa, penguat bangsa, dan perubah Bangsa, gelar ini bisa disebut sebagai
gelar Terhormat dikalangan masyarakat sebagai insana akademisi yang memumpuni sebagai kaum intelektual dan perubahan buat Bangsa dan
negara tentunya.
Untuk menjadi sarjana, banyak tahapan yang
harus dilewati. mulai dari pendidikan, penelitian baik tingkat formal skripsi,
maupun tingkat nonformal lembaga dan semcamnya, setelah itu baru pengabdian masyarakat. Sungguh luar biasa
sulitnya untuk mndapatkan gelar ini, harus diiringi dengan kesungguhan dan
keseriusan, karena segala sesuatu dituntut untuk empiris dan rasional, baik
pemikiran maupun tindakan sarjana tersebut.
Untuk saat ini Sarjana tidak lagi seperti
itu, gelar sarjana sudah tidak
diagungkan lagi, kebesaran gelar sarjana tidak lagi mampu mendongkrak
kepercayaan masyarakat. Banyak sarjana saat ini, mulai dari sarjana nasi bungkus,
sarjana yang tidak pernah kuliah tiba-tiba wisuda atau bisa disebut sarjana
siluman.
Sarjana PNS, Sarjana shoping, Sarjana nongki, Sarjana sogok, Sarjana penjilat, Sarjana apatis, Sarjana praktis banyak macamnya.
Tidak lagi diagungkan oleh masyarakat, bukankah gelar sarjana output dari mahasiswa, sedangkan
Mahasiswa tonggak perubahan, tonggak pengetahuan, tonggak perubahan.
Semakain banyak sarjana, semakin berubah
kerah baik bangsa ini, semakin terangkat harkat dan martaba Bangsa Ini.
Untuk saat ini susah membedakan mana
sarjana, mana masyarakat awam, terkadang masyarakat yang kita pandang awam ternyata lebih mumpuni secara pengetahuan dan terkadang
sarjana bisa lebih awam dari pada masyarakat yang sebenarnya.
Kenapa bisa begitu?
Karena sarjana saat ini lupa bahwa tanah yang ia injak tanah jelmaan
syurga yang sebagian terbuat dari emas. Sarjana lupa menjadi Orang indonesia,
tidak tahu apa yang harus ia perbuat. Kelak nanti tikus akan mati dilumbung
padi, kelak nanti anak cucu sarjana tadi tidak bisa membedakan mana emas mana
perak, mana gunung mana darat. Sarjana jika kau hadir hanya untuk membengkak APBN dan memberi beban
negara lebih baik pendidikan kau ditiadakan sama sekali. Terimakasih.
Penulis : Roki Riski, S.P.
Editor : Alandxtreme
Muda, Berfikir, Bergerak !