100
SENYUM ANAK-ANAK
DESA
TEGAL LUHUR, SERANG KOTA
Problema
pendidikan di Indonesia menjadi sebuah hal yang harus di
perioritaskan, bagaimana tidak?. Pendidikan hanya sampai pada masyarakat
kalangan Menengah ke atas, itupun hanya daerah yang dekat dengan perkotaan, bagaimana
nasib daerah yang jauh dari perkotaan. Upaya pemerintah untuk menyetarakan
pendidikan belum terealisasikan, apalagi di indonesia Pendidikan sangat mahal, disini penulis akan
membahas kondisi pendidikan di Desa Tegal Luhur, Kota Serang. Banyak anak-anak
yang sekolah hanya sampai SD dan paling sampai SMP, yang di pertanyakan bukan
hanya dari pihak Pemerintah saja,
tapi pihak para Mahasiswa menjadi faktor
penting dalam mendongkrak pendidikan di Bangsa ini, Kakak saya Roki Rizki
pernah berkata “Kemana para mahasiswa?,
kebanyakan mahasiswa di Indonesia ini punya pola seperti ini, Kuliah terus
lulus, habis lulus kerja lalu jadi PNS beli rumah habis itu nikah habis nikah
beli mobil dan dikasih tulisan Happy Family, Mana kontribusi Mahasiswa untuk
Masyarakat?”.
Desa
Tegal Luhur hanya berjarak 5 km dari pusat kota, tapi terlihat sekolah-sekolah
hanya ada sedikit dan dengan biaya yang cukup mahal, kebanyakan masyarakat di
sana ber profesi sebagai petani dan selebihnya merantau ke Kota Metropolitan,
sebenarnya Sumber Daya Mahasiswa
di Indonesia cukup untuk memajukan serta membagi ilmu pengetahuannya di Daerah
tempat tinggal masing-masing tetapi mengapa kebanyakan mahasiswa malah mencari
kerja di Kota, dan tidak banyak juga yang menganggur.
Bukannya memanfaatkan
ilmu yang ia dapat untuk mengembangkan potensi di daerahnya masing-masing. Itu semua
masalah MENSET, pola pikir mereka
sudah termakan oleh UANG, yang
menjadikan mahasiswa yang cerdas itu harus menjadi seorang PEGAWAI, kenapa tidak berwirausaha atau memanfaatkan hasil dari kerjanya
untuk membangun desanya masing-masing.
Owing
dan teman-temannya, selalu menyambut kedatangan Kami untuk mengajar di tempat
tinggalnya, senyuman dan tawa mereka menjadi suatu motivasi untuk Kami sebagai
Mahasiswa, tidak banyak dari mereka yang tidak sekolah. Bermain dan belajar
dengan mereka bukanlah hal yang menjijikan tetapi sebuah kebahagiaan tersendiri,
mereka punya banyak CITA-CITA, ada yang mau jadi Presiden, ada yang mau jadi
dokter, bahkan ada yang mau jadi pahlawan super. Kurikulum di sekolah mereka
pun sangat jauh dari kurikulum sekolah yang ada di kota, bagaimana Indonesia mau
berdikari dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, sedangkan sumber daya
manusia yang mempunyai potensi menjadi pembangun Negeri ini belum mendapat
pendidikan yang sesuai, bahkan masih banyak yang tidak sekolah,
Dari
potret pendidikan di Kota Serang yang tidak jauh dari Kota Jakarta, masih
tertinggal dalam bidang pendidikan, disini peran Mahasiswa dan Pemerintah serta
peran Orang tua, menjadi faktor peningkatan pendidikan di Indonesia, mari
berkerja sama untuk membangun Bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka dalam
perekonomian dan sosial.

0 komentar:
Posting Komentar