Minggu, 01 Januari 2017

100 SENYUM ANAK-ANAK DESA TEGAL LUHUR, SERANG KOTA

100 SENYUM ANAK-ANAK
DESA TEGAL LUHUR, SERANG KOTA


Problema pendidikan di Indonesia menjadi sebuah hal yang harus di perioritaskan, bagaimana tidak?. Pendidikan hanya sampai pada masyarakat kalangan Menengah ke atas, itupun hanya daerah yang dekat dengan perkotaan, bagaimana nasib daerah yang jauh dari perkotaan. Upaya pemerintah untuk menyetarakan pendidikan belum terealisasikan, apalagi di indonesia Pendidikan sangat mahal, disini penulis akan membahas kondisi pendidikan di Desa Tegal Luhur, Kota Serang. Banyak anak-anak yang sekolah hanya sampai SD dan paling sampai SMP, yang di pertanyakan bukan hanya dari pihak Pemerintah saja, tapi pihak para Mahasiswa menjadi faktor penting dalam mendongkrak pendidikan di Bangsa ini, Kakak saya Roki Rizki pernah berkata “Kemana para mahasiswa?, kebanyakan mahasiswa di Indonesia ini punya pola seperti ini, Kuliah terus lulus, habis lulus kerja lalu jadi PNS beli rumah habis itu nikah habis nikah beli mobil dan dikasih tulisan Happy Family, Mana kontribusi Mahasiswa untuk Masyarakat?”.

Desa Tegal Luhur hanya berjarak 5 km dari pusat kota, tapi terlihat sekolah-sekolah hanya ada sedikit dan dengan biaya yang cukup mahal, kebanyakan masyarakat di sana ber profesi sebagai petani dan selebihnya merantau ke Kota Metropolitan, sebenarnya Sumber Daya Mahasiswa di Indonesia cukup untuk memajukan serta membagi ilmu pengetahuannya di Daerah tempat tinggal masing-masing tetapi mengapa kebanyakan mahasiswa malah mencari kerja di Kota, dan tidak banyak juga yang menganggur.  

      Bukannya memanfaatkan ilmu yang ia dapat untuk mengembangkan potensi di daerahnya masing-masing. Itu semua masalah MENSET, pola pikir mereka sudah termakan oleh UANG, yang menjadikan mahasiswa yang cerdas itu harus menjadi seorang PEGAWAI, kenapa tidak berwirausaha atau memanfaatkan hasil dari kerjanya untuk membangun desanya masing-masing.

Owing dan teman-temannya, selalu menyambut kedatangan Kami untuk mengajar di tempat tinggalnya, senyuman dan tawa mereka menjadi suatu motivasi untuk Kami sebagai Mahasiswa, tidak banyak dari mereka yang tidak sekolah. Bermain dan belajar dengan mereka bukanlah hal yang menjijikan tetapi sebuah kebahagiaan tersendiri, mereka punya banyak CITA-CITA, ada yang mau jadi Presiden, ada yang mau jadi dokter, bahkan ada yang mau jadi pahlawan super. Kurikulum di sekolah mereka pun sangat jauh dari kurikulum sekolah yang ada di kota, bagaimana Indonesia mau berdikari dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, sedangkan sumber daya manusia yang mempunyai potensi menjadi pembangun Negeri ini belum mendapat pendidikan yang sesuai, bahkan masih banyak yang tidak sekolah,

Dari potret pendidikan di Kota Serang yang tidak jauh dari Kota Jakarta, masih tertinggal dalam bidang pendidikan, disini peran Mahasiswa dan Pemerintah serta peran Orang tua, menjadi faktor peningkatan pendidikan di Indonesia, mari berkerja sama untuk membangun Bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka dalam perekonomian dan sosial.




0 komentar:

Posting Komentar